Gerakan Pengendalian OPT Monyet Ekor Panjang

Piyungan - Serangan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di wilayah Kabupaten Bantul terus menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta per September 2025, Kabupaten Bantul menyumbang angka 8 hektare lahan rusak. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memperkirakan kerugian agregat di wilayah Piyungan dan sekitarnya mencapai kisaran Rp150–250 juta per musim tanam. Kapanewon Piyungan menjadi salah satu dari empat kecamatan yang masih mengalami gangguan signifikan akibat kawanan primata ini bersama dengan Kapanewon Dlingo, Imogiri, dan Pundong. Populasinya dinilai cukup mengkhawatirkan, terutama saat Musim kemarau menjadi puncak peningkatan frekuensi serangan, ketika sumber pangan di hutan berkurang

 

 

Para ahli menyebutkan bahwa gangguan ini terjadi karena habitat hutan monyet terganggu. Alih fungsi lahan akibat pembangunan infrastruktur (seperti jalur Selatan Selatan) dan pariwisata diduga telah memakan ratusan hektare habitat alami mereka, memaksa monyet turun ke lahan pertanian milik warga untuk mencari makan. Jenis komoditas tanaman yang diserang adalah Singkong, jagung, kacang tanah, pepaya, pisang, palawija, dan cabai (khusus cabai hanya dirusak, tidak dikonsumsi). 

Seorang petani di wilayah terdampak, Sarjo (77), mengaku hasil panennya menyusut drastis. "Dari dua kuintal hasil panen, biasa hanya menyisakan 30 kilogram. Bahkan, ada yang sampai ludes tak bersisa," keluhnya saat ditemui di lahannya

 

 

Sebagai bentuk adaptasi, petani di wilayah perbatasan Bantul-Gunungkidul, termasuk yang berdekatan dengan Piyungan, mulai beralih menanam komoditas yang tidak disukai monyet. Di Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong (berbatasan langsung dengan Piyungan), 71 hektare lahan pertanian telah dialihfungsikan menjadi tanaman kayu seperti jati karena petani "kalah" melawan serangan monyet. Kapanewon Piyungan bersama Kelompok Tani, Balai Penyuluhan pertanian, Dinas Kehutanan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam memasang jaring dilengkapi krincing untuk sementara menghalau MEP menerjang langsung ke lahan pertanian.

 

 

Gangguan monyet ekor panjang di Kapanewon Piyungan dan sekitarnya telah memasuki tahap yang merugikan secara ekonomi makro daerah. Kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah per musim tanam mengindikasikan adanya tekanan serius terhadap ketahanan pangan di tingkat petani. Pemerintah Kabupaten Bantul merekomendasikan perlunya :

  1. Pendataan Populasi untuk mengetahui secara pasti jumlah koloni di wilayah selatan Bantul.
  2. Kebijakan Terpadu antara DKPP, Dinas Kehutanan, dan BKSDA DIY mengenai pengendalian populasi (seperti sterilisasi atau relokasi).
  3. Subsidi Pengalihan Komoditas bagi petani yang ingin beralih ke tanaman tahan serangan (seperti jahe, kunyit, atau tanaman kayu).